Photoblogger vs Photographer

Istilah photoblogger dan fotografer:

Sejujurnya saya masih ada hutang posting mengenai contoh-contoh photoblog (=blog foto) dari posting saya sebelumnya mengenai: Apa itu Photoblog? Mohon maaf, untuk kesempatan kali ini saya harus tunda lagi, mengingat sepertinya masih ada beberapa anggota group yang masih kurang PD (=percaya diri) untuk share fotonya di group ini, dengan berbagai alasan. Alasan yang paling utama biasanya adalah karena merasa fotonya kurang layak untuk dipublikasikan.

Untuk mengupas hal ini, saya coba melakukan break down untuk istilah antara photoblogger dan photographer. Menurut jpeg magazine (dikutip dari halaman About, JPEG Magazine), kurang lebih seperti ini:

“…There are photographers, and then there are photographers, and then there’s us.

There are photographers who know their apertures from their f-stops, and which combinations of the two will result in a shallow depth of field. And, of course, they know why that’s a good idea, and even what all those words mean. These are photographers who use the word “glass” when they mean “lens” and spend thousands of dollars on equipment to prove it. And why not? These are the photographers who make a living capturing moments with cameras.

Then there are photographers who point and shoot on the default setting. They take snapshots on vacation and at family reunions. They develop their photos at the supermarket. These photographers might not even call themselves photographers. They’re everyday folks, shooting the things they want to remember.

Then there’s us. People who, for one reason or another, have a camera on us most of the time. We learn what we can about technique when it suits us, and skip the rest. We put up websites to share our photos with the world.

We’re the great in between: not quite amateur, not quite professional. Some do it for art, some as a kind of visual journal, some because they want to become a professional one day, and some just because we have to. It’s just what we do...”

Dari kutipan di atas, dapat digeneralisasikan bahwa:

Fotografer adalah seseorang yang penghasilan primernya berasal dari kegiatan fotografi. Untuk Indonesia contohnya adalah Darwis Triadi (dan masih banyak lagi). Sedangkan seorang freelance fotografer yang aktif nge-flickr dan join group ini, setahu saya adalah Mona.

Sedangkan photoblogger (apakah ada istilah yang tepat untuk bahasa Indonesianya? mungkin Kang Amal bisa bantu…), adalah seseorang yang melakukan kegiatan fotografi lebih karena cinta/hobi (tentunya, fotografer juga!) dan belum tentu kegiatan tersebut membuahkan penghasilan primer bagi mereka. Kebanyakan dari photoblogger yang ada per saat ini melakukannya untuk berbagai kepentingan seperti: mencatat perjalanan hidupnya dalam bentuk pencitraan (=visual), ada juga yang melakukannya sebagai media pembelajaran untuk menjadi seorang fotografer satu hari nanti, bahkan ada yang sudah memulai untuk menjual hasil fotonya secara online (sekedar untuk menutup biaya hosting mereka).

Sebagai contoh nyata, the biggest three photoblogger versi photoblogs.org, yaitu: David Nightingale dari chromasia.com, Sam Javanrouh dari wvs.topleftpixel.com, dan Justin Oullette dari chromogenic.net, kesemuanya adalah NON fotografer profesional. Tapi tidak sedikit hasil karya mereka dibeli secara online dan jangan tanya seberapa tinggi traffic ke photoblog mereka per harinya.

Kesimpulan:
Disini adalah grup untuk para photoblogger yang berasal dari Indonesia dan yang bukan dari Indonesia tapi melakukan kegiatan photoblog di Indonesia, artinya selama Anda melakukan kegiatan fotografi dengan sukarela baik itu untuk sekedar materi catatan harian visual maupun sebagai wadah untuk meningkatkan kurva pembelajaran teknik fotografi bagi Anda yang ingin menjadi fotografer, JANGANLAH SUNGKAN untuk mempublikasikan fotonya di sini. Di grup ini.

Disini bukanlah tempat untuk menilai baik atau buruknya sebuah karya fotografi. Kami para photoblogger sangat menghargai proses tinimbang hasil akhir. Baik atau buruknya hasil, dikembalikan kepada tujuan Anda semua. Hal tersebut bisa jadi menjadi sangat subjektif. Apabila Anda dengan sadar melakukannya hanya sebagai media catatan harian Anda walaupun seandainya saja hasil akhirnya jelek (setidaknya Anda yang merasa begitu) atau salah secara teknis dan hal-hal lainnya. Ya, memang itulah apa adanya. Sedangkan, bagi Anda yang melakukannya untuk proses belajar, maka setiap masukan/kritik yang konstruktif (=membangun) dari setiap foto, manfaatkanlah sebaik mungkin. That's one of the fastest ways to learn photography in this cyberspace era.

Disini adalah tempat bagi para pecinta fotografi dan melakukan kegiatan tersebut dengan dasar apapun juga, dengan media fotografi apapun juga dan dengan tujuan apapun juga. Anda dan karya Anda SANGAT LAYAK disini, baik Anda seorang photoblogger maupun seorang fotografer.

NB: Di sini juga tempat untuk fotografer

Selamat menikmati :)

0 comments:

 

Meet The Author


Meet The Author